Satu tips dari saya agar problem Speedy anda cepat solved. Jangan bosan bosan laporkan masalah anda ke 147, walau jawaban mereka standar sekali, turuti saja semua kemauan mereka dan giring arah pembicaraan dengan cara beri pengertian pada mereka jika koneksi Speedy itu sangat penting bagi anda. Jangan tergoda untuk marah2x di telp, walau sebenarnya pengen sekali marah2x. Gaji mereka sudah kecil, jadi kalau kita tambahin bonus marah2x gitu, malah yang ada di cuekin ama mereka (mudah2xan sih enggak). Hindari solusi anda di datangi orang Telkom ke rumah anda. Pastikan system di rumah anda sudah ada di jalur yang benar (seting modem, seting Windows/LAN/Network, instalasi kabel, Diagnostic, Ping, dll). Solusi kita di datangi orang Telkom itu biasanya solusi akhir, biasanya karena customers Speedy yang bersangkutan (maaf) bukan orang IT (Gaptek). Juga untuk hindari adanya oknum yang coba2x cari tambahan dengan mengatakan modem anda yang rusak dan harus di ganti bla bla bla. Selama proses problem solving itu, ada kemungkinan anda di minta pinjam password Speedy oleh orang Telkom, Turuti saja, gak papa. Yang penting anda tahu nama dan no telp / hp nya. Jika problem sudah kelar, segera ganti password dengan yang baru.
Ada 3 lampu modem, yaitu PPP, DSL, dan Ethernet. Amati cara lampu itu menyala dan ceritakan pada 147 atau teknisi Speedy di telp. Jika anda berada dalam situasi ‘remote technical guidance’ alias di pandu via telp oleh orang Telkom, yang saya alami adalah, aplikasi komputer Speedy rupanya agak lambat dalam refresh, jadi jangan buru buru menuding Speedy anda masih bermasalah. Tunggu kira kira 2-3 menit sebelum coba retry connection, jangan retry connection segera setelah dapat aba-aba dari teknisi Speedy. Kadang teknisi Speedy sendiri juga tak sadar akan hal ini. Maklum, big company, huge SDM. Jika semua cara itu mentok dan tidak berhasil (tidak bisa connect internet sampai berhari hari), tips terakhir adalah datang langsung ke Speedy Pusat (lihat buku telp rumah anda, karena divre/divisi regional nya harus sama dengan Speedy anda). Tapi itu solusi akhir, dan kalo bisa jangan sampai lah.
Soal billing yang terkesan membludak, itu tidak benar. Asalkan modem tidak di biarkan menyala 24 jam, maka billing nya cukup akurat. Kalaupun ada selisih sedikit, itu dikarenakan keterlambatan refresh system mereka saja. Tadi saya sudah bilang kalo aplikasi SPeedy memang agak lambat refresh nya. Itu di akui sendiri oleh orang Speedy yang sempat ngobrol ama saya di telp kala itu.
Untuk hindari lonjakan billing, aktifkan Automatic Update Windows sekali sebulan saja. Lakukan hal serupa untuk Update Signature Anti Virus anda. Hampir semua program yang jalan di Windows biasanya di lengkapi fasilitas AUto Update seperti ini, tinggal anda putuskan sendiri apakah mau klik YES atau NO. Kalau klik YES, yah siap siap aja quota anda habis sebelum waktunya.
Satu lagi kekurangan Speedy. Mereka lupa kasi tahu nomor Speedy nya pada saya. Saya cuma di kasi tahu password nya saja. Belakangan saat saya sedang bercengkrama dengan cewe di 147 (baca: komplaint), saya di kasi tahu nomor Speedy nya, yang setelah saya cocokkan dengan form kontrak nya, ternyata nomor tsb memang ada di form itu, tapi sama sekali tidak di sebutkan jika nomor itu adalah nomor Speedy kita. Meneketehe ????? Darimana saya tahu kalau nomor itu adalah nomor Speedy yang keramat nan penting itu kalo di form nya saja tidak di jelaskan apa-apa. Orang awam yang baca serangkaian nomor itu yah pasti mengira semacam kode barcode atau semacam nya. Nomor Speedy itu beda dengan nomor pelanggan atau nomor permintaan. Ok, fine lah, saya masih maafkan Speedy Telkom atas semuanya itu, tapi please, tolong Speedy benahi lagi format form kontraknya, this time, cantumkan dengan jelas bahwa nomor yang tertera disitu adalah nomor Speedy yang kelak akan di pakai buat login ke http://www.telkomspeedy.com dan di pakai buat login ke internet tiap hari.
Begitu anda dapat password dari Speedy, saat itulah sebenarnya anda sudah bisa connect ke internet. Kesalahan saya waktu itu adalah, saya percaya aja disuruh nunggu orang Telkom datang ke rumah untuk setting notebook saya sampai connect. Belakangan mereka tak pernah datang ke rumah, dan password saya terlanjur kena expired dan harus reset ulang dengan datang ke plasa terdekat. Kalau tahu begitu, saya akan usaha sendiri seting semuanya sampai bisa connect, dan terakhir memang inilah yang saya lakukan dan berhasil. Untung modem saya termasuk canggih, merk AZTECH, tidak banyak tetek bengek seting yang perlu dilakukan, semuanya serba otomatis dan langsung wuz wuz. Jadi saran saya bagi anda yang mau langganan Speedy adalah, persiapkan semua hardware dan seting-nya sebelum call 147 untuk langganan Speedy. Jadi begitu dapat password, bisa langsung click Connect. Seting bisa dilakukan walau anda belum dapat koneksi Speedy.
Soal paket Speedy Personal (termurah), menurut saya paket ini hanya cocok di pake orang yang hanya connect ke internet tiap hari, tapi gak sampai 15-20 menit per hari alias narik email via POP sambil sesekali browsing. Jika connection time anda diatas itu, dijamin gak cukup, pasti akan over quota. Saya pribadi lebih suka dengan Speedy Office (paket unlimited, bisa juga untuk perorangan), tapi karena masih trial, jadi sengaja pake paket termurah dulu. Tapi berita yang saya baca di roller message di http://speedymakassar.plasa.com/ sungguh mengkhawatirkan. Disitu di sebutkan, kbps paket Speedy unlimited sengaja di batasi (baca: dilambatin) dibandingkan paket limited. Alasannya paket unlimited bayarnya fix walau connect selama apapun, jadi kecil kemungkinan mereka protes soal Kbps. Dan lebih serem lagi, hal itu sengaja tidak di cantumkan di kontrak maupun brosur nya. Jangan2x itu bisa menjawab pertanyaan temen2x soal betapa lambatnya koneksi Speedy anda?
Isu lain yang mirip2x adalah, bahwa koneksi internet Speedy ada 2 tahap, dari customer ke BRAS, dan dari BRAS ke internet. Nah kabarnya Speedy hanya menjamin Kbps dari customer ke BRAS (384KBps), sedangkan dari BRAS ke internet tidak di jamin. Ini sesuai dengan kontrak yang di paraf oleh customer. Jadi jika customer komplain soal leletnya koneksi internet mereka, besar kemungkinan dari BRAS ke internet sudah di turunkan Kbps nya suka-suka Telkom. Dan kalo hal ini di tanyakan ke 147, mereka punya segudang alasan seperti kualitas kabel, cuaca, modem yang jelek, dan segudang alasan lainnya. Apa betul begitu? Entahlah, mudah2xan isu ini tidak terbukti.
Semua berita itu bikin saya jadi mikir ulang untuk subscribe unlimited. Karena walau unlimited, bukan berarti saya tidak butuh Kbps cepat. Justru saya butuh unlimited, karena dengan Kbps cepat ala limited saja skarang sudah tidak mencukupi, jadi saya butuh yang lebih luas lagi range nya. Tapi kalau di batasi KBps nya, yah sama saja bo’ong donk. Mudah2xan berita itu tak benar dan hanya semata dikarenakan oleh kualitas kabel dan jarak ke STO nya saja. Tapi rasanya hal ini perlu dipertegaskan oleh Telkom Speedy dengan cara mencantumkan Kbps yang didapat pada kontrak Speedy ke customer, dan juga di cantumkan ke buku panduan dan brosur Speedy juga untuk per tiap paket Speedy yang ditawarkan, jadi tidak rancu seperti skarang ini. Jadi sejauh ini dari pengamatan saya, ada 2 kelemahan utama dalam form kontrak Speedy Telkom, pertama soal nomor Speedy tidak di informasikan dengan jelas (cuma di tulis nomor nya saja, tidak disebut kalo itu adalah nomor Speedy); dan tidak di cantumkannya KBps download/upload yang didapat pada paket Speedy yang di ambil itu. Walau KBps itu juga tercantum pada http://www.telkomspeedy.com saat login, tapi karena sering di hajar problem (Speedy Central nya), makanya ada yang muncul dan ada yang tidak muncul. Coba deh pihak Speedy cek lagi masalah ini.
Trus kalo alami masalah dengan Speedy anda, coba cek dulu ke situs yang diberikan Plasa terdekat anda kala pasang Speedy dan/atau ke www/telkomspeedy.com. Biasanya disitu di cantumkan pengumuman soal gangguan nasional yang sedang terjadi.
One more thing. Kelihatannya situs http://www.telkomspeedy.com tidak pernah/jarang di update/ditengok. Buktinya area coverage saya tidak ada disitu, tapi nyatanya bisa connect Speedy. Menu Layanan Pengaduan juga tidak berfungsi walau sudah login sekalipun seperti yang diperintahkan situs itu. Sebagai penggantinya, terpaksa user masuk ke menu Contact Us, tapi itu khan scope nya beda. Situs itu juga tidak informatif. Ini bisa di buktikkan kala situs itu dalam proses maintenance, dan jika anda coba2x login saat maintenance, error message yang muncul adalah ‘Login Incorrect’. Bagi orang awam, error message ini bisa menimbulkan kepanikan, karena urusan password Speedy bukan perkara mudah. Untuk reset password kita di haruskan datang ke plasa terdekat. Tapi bagi yang melek IT seperti saya, saya akan biarkan selama beberapa jam untuk retry lagi dan berhasil login. Jadi mustinya situs itu memberi informasi jika situs nya sedang di update atau apa kek, biar orang gak panik kala gak bisa login ke situ. Login akses itu diperlukan untuk sesekali check billing dan seberapa banyak MB yang terpakai.
Saya percaya untuk saat ini, DSL akan tetap dipegang oleh Telkom, bukan oleh company lain. Jadi seiring pertambahan user (karena memang tak ada pilihan, trust me), pasti Speedy akan berbenah diri. Telkom juga gak mau nanti di demo orang satu propinsi di depan kantor nya. Tidak semua SDM Telkom di isi oleh orang orang yang tidak kompeten. Sekali jajaran direktur Telkom di isi oleh orang yang kompeten dan mau membumi, pasti Telkom Speedy akan OK punya. Badai pasti akan berlalu. Hingga stabilitas itu bisa kita nikmati, kita musti rajin rajin follow up dan complaint apapun problem kita di Speedy. Kualitas Speedy bisa di tingkatkan via market driven, dan itu artinya harus dari kitanya. Karena walau sekuat apapun monopoli, akan tetap kalah oleh market. Tak ada pilihan.
catt: experience from an user speedy